INFORMATION CENTRE AND DOWNLOAD CENTRE

Total Visitors

408124

Album-Song

POST

SELAMAT DATANG

SELAMAT DATANG DI AFIFI SITE'S

INFORMATION CENTRE & DOWNLOAD CENTRE

TERIMA KASIH SUDAH BERKUNJUNG DI HALAMAN KAMI

Pansus Century Bantah 'Melempem', Pansus Pertimbangkan Panggil SBY

Jakarta - Pansus angket Century tidak mau disebut melempem (lemah). Bermodal kepercayaan akan datangnya data baru, pansus mempertimbangkan untuk memenuhi masukan para LSM dan mahasiswa soal pemanggilan Presiden SBY.

"Saya kira sebagai pimpinan pansus, selama ini saya belum melihat pelemahan. Karena rapat pemeriksaan berjalan lancar. Kita ingin semuanya runtut dan sistematis. Kalau sudah cukup datanya dan memang diperlukan, kita akan memanggil Pak SBY, mungkin Minggu pertama Februari," kata Idrus membantah isu pelemahan pansus oleh partai koalisi.

Hal ini disampaikan Idrus usai pansus Century menerima ormas dan perwakilan mahasiswa di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (15/1/2010).

Idrus berharap Presiden SBY konsisten mendukung penuntasan skandal Bank Century. "Presiden juga mengatakan buka selebar-lebarnya. Lalu panitia angket juga melakukan mekanisme yang bisa dipertanggungjawabkan," paparnya.

Idrus mengaku sudah merasa puas dengan keterangan yang disampaikan oleh Jusuf Kalla. JK, menurut Idrus, memberikan keterangan cukup untuk kemajuan penyelidikan kasus Century.

"Saksi yang terakhir kemarin JK, teman-teman semangat sekali mengungkap. Bagaimana kita klarifikasi pernyataan JK bahwa bailout itu tidak perlu karena perampokan bank. Kemudian kita klarifikasi apa dilaporkan atau tidak, JK katakan dilaporkan setelah dilaksanakan," papar Idrus.

"Jk clear mengatakan itu (bail out) adalah uang negara," imbuhnya. ( Afifi )

Sumber : http://www.detiknews.com/read/2010/01/15/182454/1279561/10/bantah-melempem-pansus-pertimbangkan-panggil-sby?991102605

Presiden: Buku Membongkar Gurita Cikeas Fitnah

Liputan6.com, Jakarta: Buku Membongkar Gurita Cikeas karangan George Aditjondro akhirnya ditanggapi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Lewat Juru Bicara Kepresidenan, Julian Pasha, SBY menyatakan prihatin dengan data-data yang disajikan dalam buku itu karena banyak berisi ketidakbenaran dan fitnah. Meski begitu hingga kini belum ada intruksi menarik buku itu dari peredaran. "Disebutkan dengan fakta-fakta yang tidak akurat dan tidak mengandung kebenaran," urai Julian Pasha.

Dalam buku Membongkar Gurita Cikeas menuliskan gurita bisnis empat yayasan SBY yang selama ini menjadi mesin uang dan penarik suara bagi SBY dan Partai Demokrat di antaranya Yayasan Puri Cikeas, Yayasan Majelis Dzikir Nurussalam SBY, Yayasan Kepedulian Kesetiakawanan Sosial, Yayasan Mutumanikam Nusantara.

Presiden SBY juga membantah menunjuk mantan Kepala Unit Kerja Program dan Reformasi, Marsilam Simanjuntak, sebagai utusan Presiden dalam rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang memutuskan pencairan dana talangan Bank Century sebesar Rp 6,7 triliun. "Konteks dalam kasus Bank Century saat pengambilan keputusan itu tidak mewakili Presiden," tambah Julian. ( Afifi )

Sumber : http://berita.liputan6.com/politik/200912/256254/Presiden.Buku.Membongkar.Gurita.Cikeas.Fitnah

Tiga Akar Terorisme Menurut SBY

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam konferensi melalui video dengan para gubernur, panglima kodam, dan kepala kepolisian daerah menyebut tiga akar terorisme yang aksinya kembali menyerang Indonesia.

Tiga akar terorisme itu adalah tumbuhnya ideologi radikal yang ekstrem. Ideologi ini bisa muncul di mana-mana, tidak terikat pada bangsa atau jenis masyarakat tertentu. Kedua, penyimpangan terhadap ajaran agama. Aksi teror yang mengatasnamakan agama pastilah menyimpang dari ajaran agama.

Menurut Presiden, pelaku teror keliru menafsirkan antara surga dan neraka serta jalan menuju surga. Ketiga, kondisi kehidupan yang susah ekstrem dalam bentuk kemiskinan absolut atau keterbelakangan yang ekstrem. "Tidak selalu kondisi susah melahirkan terorisme, tetapi ada korelasi yang sangat kuat para pelaku berasal dari lingkungan kehidupan yang sulit meskipun ada juga pelaku teror yang berasal dari kehidupan yang baik dan terpelajar," ujar Presiden di Istana Negara, Jakarta, Kamis (30/7).

Soal kondisi kehidupan yang susah secara ekstrem, Presiden sepakat hal itu mengandung kerawanan untuk agitasi, provokasi, dan penggalangan untuk mereka yang ingin menghidupkan terorisme. ( By : Afifi )

Sumber : http://www.transtv.co.id/

Ramadhan Pohan Harusnya Menahan Diri

Jakarta - Upaya hukum Ramadhan Pohan atas insiden pemukulan oleh George Junus
Aditjondro sudah tepat sebagai pemenuhan hak warga negara. Tetapi jauh
lebih baik bila keduanya saling menahan diri demi menjaga situasi politik nasional.

"Saya paham Bang Pohan punya hak untuk itu, bahwa harus ada pembelajaran bahwa setiap warga negara tidak boleh main kekerasan. Namun dalam situasi demikian lebih elegan jika Bang Pohan menahan diri," saran Bima Arya Sugiarto dalam perbincarangannya dengan detikcom , Rabu (30/12/2009).

Menurut akademisi Universitas Paramadina ini efek samping yang mungkin timbul seiring berjalannya proses hukum kasus pemukulan adalah meruncingnya konflik elit politik antara kubu pro dan anti SBY. Bila itu sampai terjadi maka selain hanya memperpanjang urusan, sudah tentu akan membuat semakin bias masalah pokok yang sebenarnya.

"Jadi sebaiknya biarkan saja publik yang menilai kasus itu," sambung Bima.

Lebih lanjut Bima menilai tindakan George Junus Aditjondro terhadap Ramadhan Pohan sangat disesalkan apa pun yang menjadi pemicunya. Terlebih pelakunya adalah seorang akademisi dan insiden justru berlangsung dalam sebuah forum resmi di hadapan publik.

"Tidak pernah ada akademisi yang punya integritas melakukan hal seperti itu," sesalnya.

Istana Tak Pernah Larang

Sementara Jubir Kepresidenan Julian Aldrin Pasha menanggapi peluncuran buku kontroversial buku George tersebut Rabu kemarin. "Presiden memang sama sekali tidak pernah instruksikan buku itu dilarang beredar," ujar dia pada detikcom, Rabu (30/12/2009).

Acara peluncuran yang berlangsung Rabu siang di Jakarta, merupakan kali ke dua. Pada hari Jumat pekan lalu, buku bergambar sampul tiga ekor gurita dengan salah satunya mengenakan mahkota tersebut diluncurkan di Yogyakarta.

"Anda lihat sendiri kan buktinya (tidak ada pelarangan peredaran). Buku
itu malah dua kali diluncurkan," ujar Julian. ( By : Affi )

Sumber : http://www.detiknews.com/read/2009/12/31/023924/1269028/10/ramadhan-pohan-harusnya-menahan-diri

Kutipan Gus Dur di Sampul Buku George Aditjondro

Jakarta - Penulis buku 'Membongkar Gurita Cikeas', George Junus Aditjondro, rupanya menaruh hormat kepada Almarhum Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Kutipan kata-kata Gus Dur
sengaja dipasang di cover buku kontroversial ini.

"Bukankah SBY berkata akan memimpin sendiri pemberantasan korupsi di negeri ini?- Abdurrahman Wahid, Mantan Presiden Republik Indonesia," demikian tulisan di bagian bawah sampul buku yang ditulis George itu tepat di bawah gambar gurita besar bermahkota.

Kutipan kata-kata Gus Dur ini dibuat dengan tinta hitam, sama dengan tulisan nama sang penulis. Berbeda dengan tulisan judul buku, 'Membongkar Gurita Cikeas' ditulis dengan tinta merah darah.

Kedekatan George dengan Gus Dur juga tampak dalam peluncuran buku 'Membongkar Gurita Cikeas' di Kafe Doekoen, Jl Raya Pasar Minggu, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu kemarin. George sempat mengutip kata-kata Gus Dur saat dirinya dianggap memukul Ramadhan Pohan.

"Kata Gus Dur orang yang difitnah dan dapat membuktikan kebenarannya adalah orang yang berjiwa besar," kata George dalam acara yang digelar Rabu siang itu.

George memang mengutip nama orang-orang yang dekat dengannya untuk sampul buku dan halaman paling belakang buku. Di halaman paling belakang bukunya, George memasang kutipan Ahmad Syafii Maarif (Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah), Teten
Mazduki (Sekjen TII), Danang Widoyoko (Koordinator ICW), dan Yosep Adi Prasetyo (Komnas HAM). ( By Afifi )

Sumber : http://www.detiknews.com/read/2009/12/31/073057/1269131/10/kutipan-gus-dur-di-sampul-buku-george-aditjondro

Polisi Belum Periksa George Aditjondro

Jakarta - Penulis buku Membongkar Gurita Cikeas George Junus Aditjontro dilaporkan ke polisi oleh anggota DPR Ramadhan Pohan atas kasus pemukulan. Namun, hingga kini George belum diperiksa sebagai terlapor.

"Pasti dipanggil, cuma belum tahu kapannya," ujar Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Gatot Eddy Pramono saat dihubungi detikcom , Kamis (31/12/2009).

Menurut Gatot, saat ini pihak kepolisian masih mengumpulkan keterangan dari pelapor dan para saksi. "Tunggulah penyidikan ada proses setelah itu baru meningkat ke terlapor," kata mantan Kapolres Depok ini.

Ramadhan Pohan melaporkan George ke Polda Metro Jaya karena melakukan pemukulan pada saat launcing buku Membongkar Gurita Cikeas di Doekoen Cafe, kemarin.

Karena tempat kejadian berada di wilayah Jakarta Selatan, Polda Metro melimpahkan kasus ini ke Polres Jakarta Selatan. George dikenai pasal penganiayaan. ( By : Afifi )

Sumber : http://www.detiknews.com/read/2009/12/31/163922/1269655/10/polisi-belum-periksa-george-aditjondro?991101605

Bom Meledak, 8 Agen CIA Tewas

KABUL - Delapan agen Dinas Intelijen Amerika Serikat (CIA) dilaporkan tewas dalam sebuah ledakan bom bunuh diri di Afghanistan pada Rabu (30/12/2009).

Kedelapan korban tersebut tewas saat bom bunuh diri meledak di pangkalan militer di sebelah tenggara Afghanistan, tepatnya di daerah Khost. Kejadian berlangsung saat seorang yang menggunakan rompi yang dilengkapi dengan bahan peledak, meledakkan dirinya di dalam area pangkalan militer Chapman.

Belum jelas jika pelaku peledakan tersebut melakukan aksinya di kantin atau pusat kebugaran yang terdapat di pangkalan militer tersebut. Kepastian mengenai kedelapan korban merupakan agen CIA didapat dari pihak pejabat militer setempat. Demikian diberitakan CNN, Kamis (31/12/2009).

Sementara itu empat prajurit Kanada dan seorang reporter juga terbunuh di hari yang sama di Afghanistan. Insiden tersebut berlangsung di Kandahar saat sebuah bom di pinggir jalan meledakan iring-iringan kendaraan yang mereka tumpangi.

Reporter yang terbunuh diketahui bernama Michelle Lang dari The Calgary Herald yang bergabung dengan media Kanada tersebut sejak tahun 2002. Lang merupakan jurnalis Kanada pertama yang tewas di perang Afghanistan dan untuk The Calgary Herald.

Sedangkan kematian empat prajurit Kanada menambah korban tewas bagi prajurit Kanada di Afghanistan, bertambah menjadi 138. ( By : Afifi )

Sumber : http://international.okezone.com/read/2009/12/31/18/289745/bom-meledak-8-agen-cia-tewas

Ancam Bunuh Obama, Wine Dipenjara 3 Tahun

MIAMI - Pengadilan federal Amerika Serikat (AS) akhirnya memvonis hukuman kurungan penjara selama tiga tahun kepada seorang pria yang mengancam akan membunuh Presiden AS Barack Obama.

Nathan Wine (21), mengaku bersalah di depan para hakim di Tampa, Florida, atas tuduhan mengirim surat berisi ancaman melalui surat elektronik kepada Pusat Rekrutmen Militer AS pada 5 November 2008. Ancaman pembunuhan ini dikirim Wine satu hari setelah Obama memenangkan Pemilu Presiden AS.

Wine mengakui surat tersebut memang berisi ancaman pembunuhan kepada Barack Obama. Namun dia menolak untuk menjelaskan lebih lanjut mengenai motifnya melakukan hal mengejutkan tersebut.

Dalam surat yang menurut media setempat amat buruk pengejaannya, Wine menyebutkan, tidak berkeberatan jika harus mendekam di dalam penjara, paling tidak dia berhasil menembak mati Obama yang anggapnya sebagai seorang tiran. "Saya tidak akan berhenti sebelum tiran ini mati. Darahnya akan mengalir di jalanan kota Washington." isi dari surat wine, seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (19/12/2009).

Wine ditahan oleh pihak berwenang federal AS, setelah dirinya tertangkap atas tuduhan merampok toko senjata lalu menyerah kepada kepolisian setempat. Vonis tiga tahun ini masih lebih ringan dibandingkan tuntutan. Sebelumnya Wine diancam atas kurungan lima tahun penjara atas ancaman pembunuhan terhadap Presiden Barack Obama. ( By : Afifi )

Sumber : http://international.okezone.com/read/2009/12/19/18/286493/18/ancam-bunuh-obama-wine-dipenjara-3-tahun

Hatta Enggan Komentari Mobil Baru Menteri

JAKARTA - Kontroversi realisasi pengadaan mobil baru bagi menteri dan pejabat negara terus menjadi bulan-bulanan media. Bahkan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa enggan berkomentar mengenai hal tersebut.

Kemarin, sejumlah menteri telah menggunakan fasilitas baru tersebut. Mereka antara lain, Menristek Suharna S, Menneg LH Gusti M Hatta, Mentan Suswono dan Menperin MS Hidayat. Bahkan ketika sedang menghadiri suatu acara di Istana Negara, dengan manisnya mobil-mobil mereka terpajang.

"Itu pemerintahan sebelumnya, kita tidak tahu siapa yang mau memakai. Pokoknya, kewajiban menyiapkan saja," ujar Hatta, saat ditemui wartawan, seusai rakor di kantor menko perekonomian Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (29/12/2009).

Dijelaskannya, pengadaan mobil baru tersebut sama seperti kewajiban menyiapkan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2010. "Pemerintahan yang lama menyiapkan APBN 2010 untuk pemerintahan yang baru. Jangan dianggap pemerintah yang baru sekarang menyiapkan mobil barunya untuk sendiri. Saya sendiri saja enggak tahu bakal jadi menteri," jelasnya.

Dikatakannya, pengadaan mobil baru yakni, Toyota Crown Royal Saloon seharga Rp1,3 miliar tersebut, merupakan bagian dari pemerintahan sebelumnya. "Soal itu, sebetulnya merupakan bagian dari pemerintahan kabinet yang lama. Kesiapan utnuk pemerintahan yang baru. Kita enggak tahu siapa yang pakai itu. Pokoknya itu dipersiapkan. Begitu. Kita bicarakan yang lain. Itu didesain pemerintahan waktu itu. Yang mendesain itu semua pada pemerintahan waktu itu," pungkasnya.

Sebagai informasi, Sekretariat Negara sebagai pihak yang membagi-bagikan mobil baru itu menyiapkan sedikitnya 150 unit mobil baru, dengan harga satu buah mobil diprediksi Rp1,3 miliar.( By : Afifi )

Sumber : http://economy.okezone.com/read/2009/12/29/20/289111/hatta-enggan-komentari-mobil-baru-menteri

View older posts »